Portal Berita Bola dan Prediksi Pertandingan

Mohamed Salah , Disebut Messi-nya Liverpool

Jan
04

Terkait dengan performa apiknya musim ini bersama dengan Liverpool, Winger internasional mesir, Mohamed Salah, mendapatkan sanjungan dari sejumlah pihak, tak terkecuali dari salah seoprang legenda Liverpool, Ian Wright yang menganggap peranan salah sangat krusial bagi The Reds, layaknya peranan seorang Lionel Messi di Barcelona.

Mohamed Salah , Disebut Messi-nya Liverpool

Seperti diketahui, Winger berusia 25 tahun tersebut merapat ke Anfield pada bursa transfer musim panas kemarin. Awalnya, banyak yang meragukan salah bakal mampu tampil sesuai ekspektasi di Liverpool, mengingat sebelumnya dia sempat mendapati kegagalan di Premier League bersama dengan Chelsea. Tapi, anggapan orang-orang salah besar, mantan pemain AS Roma tersebut justru tampil gemilang bersama dengan Tim Marseyside.

Sejauh ini, sosok yang didatangkan dengan kocek sebesar 42 Juta Poundsterling tersebut mencetak tak kurang dari 22 gol untuk Liverpooo di semua ajang, dan sejumlah assist diantaranya. Tak heran jika yang bersangkutan banyak mendapat pujian dari sejumlah pihak. Terutama, jika melihat banderolnya yang tidak semahal Paul Pogba, pemain Prancis yang ditebus Manchester United dengan mahar 105 Juta Euro dua tahun lalu.

Dengan performa apik seperti itu, Salah sendiri dinilai memegang peranan yang sangat penting bagi Liverpool, bahkan Ian Wright yang merupakan legenda The Reds, menilai sang pemain memiliki kontribusi yang sangat besar bagi Liverpool musim ini, sama seperti Kontribusi Lionel messi bagi Barcelona.

“Ketika anda lihat hari ini, dia melewatkan sekitar 5 atau 6 peluang dan saya melihat hal yang sama saat pertandingan melawan Newcastle, Saya tidak bilang dia sebagus pemain yang akan saya katakan ini. Namun dia membuat saya teringat akan Messi di mana ia memiliki kemiripan gaya bermain dengannya. Dia memberikan efek Messi di Liverpool. Dia pendek, dan gaya bermainnya memiliki aroma Messi di dalamnya.” buka Wright kepada BBC.

Liverpool sendiri saat ini berada di peringkat ke-4 pada klasemen sementara Liga Primer Inggris. Mereka tengah bersiap untuk melakoni partai derby Marseyside melawan Everton dalam lanjutan piala FA akhir pekan ini.

Liverpool Butuh Keajaiban Untuk Bisa Juarai Premier League

Oct
02

Juru taktik Newcastle United, yang merupakan mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez, merasa pesimistis dengan ambisi The Reds untuk menyudahi paceklik gelar di ajang Premier League musim ini. Bahkan, menurutnya Liverpool butuh keajaiban seperti Leicester City untuk bisa juara di Premier League musim ini.

Liverpool Butuh Keajaiban Untuk Bisa Juarai Premier League

Sebagai informasi, tahun 1989 adalah tahun terahir Liverpool memenangkan penghargaan trofi Liga Inggris, yang mana saat itu masih menggunakan format lama, sebelum kemudian berubah menjadi yang kita kenal saat ini pada tahun 1992. Selama 28 tahun, the Reds belum mampu kembali memenangkan gelar bergengsi tersebut.

Di tahun ini, Liverpool arahan Jurgen Klopp terlihat lebih menjanjikan, dengan start yang cukup bagus dan para pemain yang juga tak kala bagusnya. Namun, dalam beberapa partai terakhirnya, tim yang bermarkas di Anfield tersebut mendapati hasil demi hasil yang mengecewakan.

Karena alasna tersebutlah Rafael Benitez yang juga pernah melatih Liverpool, meragukan ambisi pasukan Jurgen Klopp untuk meraih mahkota juara. Menurutnya, Liverpool butuh keajaiban dimana klub-klub lain bermain buruk seperti musim 2015/16 lalu.

“Leicester menjadi juara di Premier League karena tiga atau empat tim benar-benar bermain buruk dan mereka tidak berada dalam performa terbaiknya,” ulas Benitez.

Di Samping itu, mantan juru taktik Real Madrid juga berbicara mengenai alasan dibalik perkataannya. Selain karena sumber dana yang minim untuk mendaratkan pemain-pemain kelas atas, makin meningkatnya performa para pesaing juga jadi alasan mengapa The Reds bakal kesulitan mengakhiri paceklik gelar di ajang Liga Primer Inggris.

“Bagaimana cara mendapatkan gelar? Anda harus membuat tim yang bagus dengan atmosfer yang luar biasa, kerja keras dan kami mendapatkannya. Tapi, kenyataannya, 90 persen tim juara adalah mereka yang punya lebih banyak uang,” tutup Benitez.