Portal Berita Bola dan Prediksi Pertandingan

Liverpool Butuh Keajaiban Untuk Bisa Juarai Premier League

Oct
02

Juru taktik Newcastle United, yang merupakan mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez, merasa pesimistis dengan ambisi The Reds untuk menyudahi paceklik gelar di ajang Premier League musim ini. Bahkan, menurutnya Liverpool butuh keajaiban seperti Leicester City untuk bisa juara di Premier League musim ini.

Liverpool Butuh Keajaiban Untuk Bisa Juarai Premier League

Sebagai informasi, tahun 1989 adalah tahun terahir Liverpool memenangkan penghargaan trofi Liga Inggris, yang mana saat itu masih menggunakan format lama, sebelum kemudian berubah menjadi yang kita kenal saat ini pada tahun 1992. Selama 28 tahun, the Reds belum mampu kembali memenangkan gelar bergengsi tersebut.

Di tahun ini, Liverpool arahan Jurgen Klopp terlihat lebih menjanjikan, dengan start yang cukup bagus dan para pemain yang juga tak kala bagusnya. Namun, dalam beberapa partai terakhirnya, tim yang bermarkas di Anfield tersebut mendapati hasil demi hasil yang mengecewakan.

Karena alasna tersebutlah Rafael Benitez yang juga pernah melatih Liverpool, meragukan ambisi pasukan Jurgen Klopp untuk meraih mahkota juara. Menurutnya, Liverpool butuh keajaiban dimana klub-klub lain bermain buruk seperti musim 2015/16 lalu.

“Leicester menjadi juara di Premier League karena tiga atau empat tim benar-benar bermain buruk dan mereka tidak berada dalam performa terbaiknya,” ulas Benitez.

Di Samping itu, mantan juru taktik Real Madrid juga berbicara mengenai alasan dibalik perkataannya. Selain karena sumber dana yang minim untuk mendaratkan pemain-pemain kelas atas, makin meningkatnya performa para pesaing juga jadi alasan mengapa The Reds bakal kesulitan mengakhiri paceklik gelar di ajang Liga Primer Inggris.

“Bagaimana cara mendapatkan gelar? Anda harus membuat tim yang bagus dengan atmosfer yang luar biasa, kerja keras dan kami mendapatkannya. Tapi, kenyataannya, 90 persen tim juara adalah mereka yang punya lebih banyak uang,” tutup Benitez.

Kylian Mbappe Nikmati Tandem Dengan Cavani dan Neymar

Oct
02

Penyerang anyar Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe mengaku begitu menikmati petualangan barunya bersama dengan Les Parisiens yang telah dimulai sejak awal musim ini. Dia bahkan sangat menikmati kesempatan bertandem dengan dua pemain hebat kelas dunia, Neymar Jr dan edinson Cavani.

Kylian Mbappe Nikmati Tandem Dengan Cavani dan Neymar

Sebagaimana diketahui, pada bursa transfer musim panas kemarin, Paris Saint-Germain memang berhasil mendaratkan dua penyerang anyar spektakuler yang antara lain adalah Kylian Mbappe dan Neymar jr. Mbappe sendiri didatangkan secara pinjaman dari AS MOnaco, sebelum kemudian ditebus Permanen pada musim panas nanti seharga 180 Juta euro. Sedangkan Neymar Jr, ditebus lewat kocek 222 Juta euro dari Barcelona.

Kedatangan dua pemain fenomenal tersebut membuat PSG kini memiliki trio lini serang mematikan, perpaduan antara Mbappe, Cavani dan Neymar. Ketiganya sudah tampil padu, silih berganti mencetak gol, membantu PSG dlam meraih kemenangan di hampir setiap pertandingan pada awal musim ini.

Namun, sempat ada isu friksi antara Neymnar dengan Cavani beberapa waktu lalu. Keegoisan kedua pemain bintang ini diyakini telah memecah belah ruang ganti klub. Namun, Mbappe sendiri tidak merasakan adanya perpecahan antara mereka, justru dia merasa sangat menikmati kesempatan bertandem dengan dua pemain kelas wahid tersebut.

“Saya mudah untuk bermain dengan pemain seperti mereka, Mereka sungguh pemain yang sangat hebat, saya hanya perlu menyesuaikan diri dengan pergerakan mereka, kemudian memberikan umpan dan mereka akan melakukan pekerjaan yang selanjutnya,” ucap Mbappe seperti dikutip dari Soccerway.

Bicara soal statistik, Mbappe sendiri bisa dikatakan masih terpaut jauh dari kedua pemain tersebut. Pasalnya, Neymar berhasil mengemas enam gol di ajang Ligue 1, sementara Cavani sudah mengoleksi 8 gol.

Wenger Berharap Wilshere Tak Kembali Dihantui Cedera

Sep
30

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, turut terkesima dengan penampilan salah seorang gelandang andalannya, Jack Wilshere, dalam pertandingna fase Group Liga Europa melawan BATE Borisov pada jum’at dinihari WIB (29/9) waktu setempat. Wenger pun berharap agar sang pemain tidak kembali dihantui oleh cedera beruntun.

Wenger Berharap Wilshere Tak Kembali Dihantui Cedera

 

Memang harus dikatakan bahwa, cedera adalah salah satu faktor yang menghambat perkembangan seorang jack wilshere dalam karirnya sebagai pemain sepakbola, padahal bakat yang dimiliki gelandang Internasional Inggris ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Rentan terhadap cedera juga yang membuat Wilshere kemudian harus menjalani masa pinjaman di Bournemouth sepanjang kampanye musim 2016/17 kemarin.

Pada musim panas ini, sempat ada wacana melepas Wilshere secara permanen, namun yang bersangkutan pada akhirnya bertahan di Arsenal. Kendati demikian, ada juga klaim yang menyebut bahwa Wilshere tidak akan mendapatkan tempat di tim utama Arsenal, karena pelatih Arsene wenger sudah tidak lagi yakin dengan kemampuan sang pemain.

Akan tetapi hal tersebut dibantah sang manajer asal Prancis, yang justru merasa terkesima dengna apa yang ditampilkan Wilshere pada pertandingan liga europa Jum’at dinihari kemarin (29/9) . Wenger juga berharap agar Wilshere bisa mempertahankan performa tersebut dan tidak lagi dihantui oleh cedera.

“Dia bermain luar biasa di babak pertama dan terus berjuang hingga akhir, Dia akan kembali menjadi yang terbaik dan dia menunjukkan itu malam ini. Dia ada di usia di mana seorang pemain biasanya menunjukkan penampilan terbaik dalam karirnya. Dia dihentikan oleh sejumlah cedera. Saya hanya berdoa itu tak terjadi lagi. Dia sudah menunjukkan kualitasnya malam ini.” tuturnya di Sportsmole.

Wilshere merupakan satu dari tujuh pemain Arsenal yang kontraknya akan habis di Emirates akhir musim ini.

Kepergian Neymar Bukan Kiamat Untuk Barcelona

Sep
30

Neymar Jr memang telah resmi meninggalkan Barcelona, yang mana artinya, salah satu pemain andalan Raksasa Catalan selama tiga musim terakhir sudah pergi. Namun, hal tersebut tak lantas menjadi sebuah kiamat bagi Barcelona, demikian menurut Jordi Cruyff, yang merupakan saudara kandung dari mendiang Johan Cruyff.

Kepergian Neymar Bukan Kiamat Untuk Barcelona

Seperti diketahui, bursa transfer musim panas kemarin memang benar-benar dimanfaatkan oleh Paris Saint-Germain untuk mendaratkan Neymar Jr lewat kocek yang sangat tinggi, 222 Juta Euro, sebagaimana angka tersebut memang disematkan sebagai klausul pelepasan dalam kontrak sang pemain bersama raksasa Catalan.

Seiring dengan kepindahan Neymar yang bagaimanapun merupakan salah satu pemain vital selama tiga musim terakhir ini, banyak yang memprediksi Barcelona akan pincang. Prediksi tersebut semakin diperkuat dengan kekalahan yang ditelan Raksasa catalan pada pertandingan Piala super Spanyol melawan Real Madrid, dimana mereka dikalahkan Real Madrid pada dua leg pertandingan.

Akan tetapi, saat kompetisi yang sesungguhnya dimulai, Barcelona justru mampu mengemas kemenangan demi kemenangan beruntun sehingga kini berada di puncak tabel klasemen sementara La Liga spanyol. Mereka juga memimpin klasemen sementara di fase Group Liga Champions Eropa.

Jordi Cruyff sendiri sama sekali tidak setuju dengan pendapat bahwa Raksasa Catalan bakal kiamat sepeninggal Neymar.

“Tidak diduga sama sekali, musim panas berjalan sulit untuk Barcelona. Namun memiliki banyak uang bukan berarti akan mudah membeli pemain. Dan Real Madrid punya banyak pemain yang bisa dengan mudah menjadi starter di tim lain, jadi sepertinya gelar liga akan jatuh ke tangan mereka.”

“Namun ini semua baru dimulai. Sepertinya mustahil, namun Messi akan mengambil langkah maju, setelah melihat Dembele tak ada di sana, Neymar sudah pergi. Seluruh tim amat penting, namun dia dan Suarez-lah yang bisa menanggung beban tim dan mereka melakukannya dengan sempurna.” Demikian ujar cruyff kepada reporter. Baca juga berita bola terbaru lainnya di http://www.goldewa.com, website ini menyediakan berbagai berita bola terbaru dan terpercaya.

Jika di Usir dari Spanyol, Ini Liga yang Bisa Dituju Barca

Sep
30

Referendum Catalan sebagai negara independen rencananya akan digelar pada Minggu besok, 1 Oktober 2017, andai saja itu benar terjadi, maka dampaknya adalah Barcelona , Girona dan Espanyol harus meninggalkan kompetisi La Liga Spanyol. Lantas, negara mana yang akan dituju oleh kedua klub tersebut, terutama Barcelona ?

Jika di Usir dari Spanyol, Ini Liga yang Bisa Dituju Barca

Sebagai informasi , wacana kemerdekaan Catalunya dari Spanyol memang sudah terdengar sejak dua tahun lalu, namun smapai saat ini wacana tersebut belum juga terealisasikan. Nah, baru-baru ini terdengar kabar bahwa wacana tersebut kembali mengemuka dan rencananya akan dilangsungkan pada minggu besok, 1 Oktober 2017.

Ketika referendum kemerdekaan ditanda-tangani dan Catalunya menjadi negara independent, maka praktis ada beberapa hal yang akan berubah. Dari sektor sepabola sendiri, Barcelona, Girona dan Espanyol , tiga klub Catalunya yang bermain di ajang La Liga Spanyol tidak akan boleh kembali berkompetisi di liga tersebut.

Terkait dengan hal ini, salah seorang sumber mengatakan bahwa Barcelona bisa melanjutkan kiprahnya di pentas Liga Itaia, Ligue 1 Prancis dan Liga Primer Inggris.

“Andai merdeka, tim Catalan di La Liga seperti Barcelona, Espanyol dan Girona bebas memutuskan di mana akan bermain. Di Liga Spanyol atau negara lain seperti Italia, Prancis atau Liga Primer.”

“Di Spanyol ada tim yang bermain dari negara luar seperti klub dari Andorra di kompetisi sepakbola dan bola basket. Monaco bermain di Prancis. Di Inggris tim-tim Wales beraksi di sana. Saya pikir UEFA tidak akan melarang.”

Ada juga kabar bahwa barcelona akan tetap bermain di ajang La liga Spanyol, jika memang tidak ada perintah dari otoritas terkait untuk mengusir Raksasa Catalan tersebut. Sementara pihak Barcelona sendiri maish belum memiliki rencana pasti mengenai hal ini.

“FC Barcelona menaruh hormat pada anggota klub, dan akan mendukung keinginan mayoritas rakyat Catalan dan memperlihatkannya dengan cara-cara beradab, damai dan yang bisa diteladani.”

Gonzalo Higuain Girang Akhiri Periode Majal di Liga Champions

Sep
28

Striker Argentina, Gonzalo Higuain, girang betul dengan fakta bahwa dirinya telah berhasil mengakhiri periode majal di ajang Liga champions Eropa, selepas mencetak satu gol dan menyumbang satu asssit dlam kemenangan 2-0 yang diraih Juventus atas Olympiakos, kamis (28/9) kemarin.

Gonzalo Higuain Girang Akhiri Periode Majal di Liga Champions

Seperti diketahui, Juventus memang menjamu Olympiakos pada pertandingan pekan kedua fase Group Liga Champions Eropa. Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium tersebut, Higuain sendiri tidak diturunkan sebagai starter dlam pertandingan tersebut, dimana pelatih Max Allegri lebih senang menduetkan Dybala dan Mandzukic pada lini depan.

Tapi justru, penyerang Argentina yang masuk di tengah pertandingan berhasil mencetak satu gol, dan menyumbang assist atas gol Mario Mandzukic. Dengan kata lain , Higuain adalah inspirator kemenangna Juventus atas Olympiakos, yang sekaligus membuat Bianconneri memetik tiga poin pertama dari dua partai pertama fase Group Liga champions Eropa.

Tak pelak, fakta tersebut membuat higuain merasa girang, terlebih dengna gol tersebut juga periode majalnya resmi berakhir.

“Saya tak merasa bebas dari beban di pundak. Saya selalu bebas. Saya telah bermain di Eropa selama lebih dari sepuluh tahun dan selalu mencetak banyak gol. Jadi saya tak sedikit pun terganggu. Hal yang paling penting adalah tetap bekerja dalam sepi, karena itulah yang memberikan Anda hasil. Saya tak terganggu dengan kritik atau hinaan. Ini semua soal percaya pada diri sendiri.”

“Semua orang boleh bicara sekarang, tapi yang paling penting adalah mereka yang dekat dengan Anda ketika semua tak berjalan lancar. Para fans membuat saya bersemangat sebelum masuk dan saya berterima kasih pada mereka. Kredit untuk semua yang berdiri di samping saya, yang membantu saya dan rekan setim yang berlari untuk memeluk saya. Itu adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya,” ungkap Higuain pada Mediaset Premium.

Gonzalo Higuain sendiri juga tidak mendapatkan panggilan dari tim Nasional argentina akibat dari periode majalnya di awal musim ini.

Dikalahkan Telak oleh PSG, Ini Kata Ancelotti

Sep
28

Juru taktik , Bayern Munchen, Carlo Ancelotti mengaku sedikit kecewa dengan performa timnya saat ditaklukan Paris Saint-Germain lewat tiga gol tanpa balas pada lanjutan partai fase Group Liga Champions Eropa, kamis (28/9). Namun, pelatih asal Itaia tersebut tetap mengakui kehebatan Les Parisiens.

Dikalahkan Telak oleh PSG, Ini Kata Ancelotti

Seperti diketahui, pada pertandingan yang berlangsung di Stade Parc des Princes tersebut, Paris saint Germain berhasil memanfaatkan setiap peluang serangan balik cepat, dan akhirnya mencetak dua gol di babak pertama, masing-masing melalui daniel Alves dan Edinson Cavani. Neymar kemudian mencetak gol di babak kedua untuk menyegel kemenangan telak 3-0 Paris saint-Germain atas sang juara bertahan Bundesliga Jerman.

Tentu saja kekalahan ini sangat mengecewakan bagi Bayern Munchen, dan hal tersebut diakui oleh Pelatih Carlo Ancelotti saat berbicara kepada situs resmi UEFA setelah pertandingan. Dia kecewa dengan performa para pemainnya, namun tetap menyanjung kualitas dari Paris Siant-Germain.

“Kami tidak punya power untuk menghindari serangan balik mereka. Di babak pertama, kami punya kontrol bagus akan pertandingan, penguasaan bola yang bagus, sejumlah peluang. Kami tidak cukup berbahaya dan kami tidak punya keseimbangan. Mereka memainkan seluruh pertandingan lewat serangan balik dan kami tidak mampu mengontrolnya.”

“Saya pikir pemilihan pemain saya tidak riskan. Saya sudah memikirkan masak-masak soal tim terbaik saya. Saya tahu saya akan mendapatkan kritik, tak masalah. Saya pikir susunan pemain yang saya turunkan sudah bagus,”

Berkat kemenangan tersebut, Paris saint-germain sendiri kian mantap berdiri di puncak klasemen sementara group B dengan koleksi enam poin. Sedangkan Bayern Munchen tergeser ke peringkat kedua dengan torehan tiga poin, smaa dengan Celtics yang di lain sisi sukses mengepak tiga poin berkat kemenangan telak 3-0 atas Anderlecht.

Bellerin Akui Ada yang Tak Beres Dengan Skuat Arsenal

Sep
16

Arsenal adalah salah satu tim raksasa Premier League yang mencatatkan start kurang impressif di musim ini. Bahkan, mereka hanya mengumpulkan enam poin saja dari total empat pertandingan yang dimainkan sejauh ini. Terkait dengan situasi tersebut, bek Hector Bellerin pun mengakui ada yang tidak beres dengan skuat timnya.

Bellerin Akui Ada yang Tak Beres Dengan Skuat Arsenal

Arsenal yang masih dibesut Arsene Wenger memang tidak terlalu banyak beraktifitas sepanjang periode transfer musim panas kemarin, dimana mereka hanya mendaratkan dua amunisi anyar, antara lain Alexandre Lacazette dan Sead Kolasinac. Bahkan, The Gunners kehilangan salah seorang gelandang andalan mereka, Alex Oxlade Chamberlain, yang secara mengejutkan memutuskan gabung Liverpool pada musim panas kemarin.

Pada laga pertama melawan Leicester City, mereka cukup kesulitan meraih kemenangan. Kemudian telan kekalahan di pekan kedua dan ketiga, sebelum kemudian menang atas Bournemouth pada Matchdays ke-4 akhir pekan kemarin. Dengan dua kemenangan saja yang diraih, Arsenal baru mengumpulkan enam poin dan duduk di peringkat ke-11 klasemen sementara Premier League saat ini.

Sederet fakta yang kurang bagus tersebut membuat Bek Hector Bellerin, harus mengakui bahwa memang benar tim arahan Arsene Wenger sedang tidak beres.

“Setelah empat pertandingan, ada banyak keraguan di dalam tim dan saya kira ini adalah laga yang bisa membuat kami melupakan semua itu. Kami mengalahkan Chelsea di tiga dari empat laga terakhir, itu rekor yang bagus. Namun kami tahu bermain di Stamford Bridge amat berbeda,”

“Mereka juara liga musim lalu, jadi mereka tim yang kuat. Antonio Conte membuat mereka bekerja keras. Dengan taktik yang apik. Jadi kami harus siap dengan semua tantangan yang ada. Inilah kesempatan untuk memperbaiki semuanya.” tutur Bellerin di Arsenal Player.

Isco Perpanjang kontraknya di Real Madrid

Sep
15

Juara bertahan La Liga Spanyol, Real Madrid, akhirnya mengumumkan keberhasilan mereka memperpanjang kontrak winger andalan asal Spanyol, Francisco Roman Alarcon atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Isco. Tak tanggung-tanggung, Los Blancos menyematkan klausul pelepasan yang sangat tinggi dalam kontrak sang pemain.

Isco Perpanjang kontraknya di Real Madrid

Sebagai informasi, kontrak Isco bersama dengan Real Madrid pada awalnya akan tersisa sampai musim panas tahun depan. Sempat ada spekulasi tentang kepergian sang winger berusia 24 tahun tersebut setelah situasinya tak kunjung berubah, tepatnya kepada jatah bermain di tim utama Los Blancos.

Namun, situasinya berubah 180 derajat saat pelatih Zinedine Zidane memberikan banyak kesempatan bermain bagi Isco sepanjang musim 2016/17 kemarin, dan dia cukup berkontribusi atas keberhasilan klub memenangkan titel Liga champions Eropa juga La Liga spanyol.

Alhasil, Isco yang sebelumnya mengatakan bahwa peluang meninggalkan Real Madrid masih ada, akhirnya mengurungkan niatnya, dan memutuskan untuk tetap bertahan di klub, dengan kontraknya yang tersisa sampai tahun depan. Real Madrid sendiri tidak membiarkan kontrak pemain andalannya itu tersisa sampai tahun depan, dan akhirnya setelah proses yang tidak berbelit, akhirnya kontrak baru mencapai kata sepakat.

Menurut laporan dari sejumlah media Spanyol, gaji Isco bakal naik menjadi €6 juta per tahun. Tak hanya itu, kontrak baru ini disebutkan juga menyertakan klausul buy-out Isco yang nilainya mencengangkan, yakni €700 juta. Perpanjangan kontrak Isco ini hanya berjarak sehari dari kontrak baru rekan setimnya, Marcelo, yang juga akan bergulir hingga 2022. Isco akan mengadakan jumpa pers dengan media pada Jumat (15/9) terkait kontrak anyarnya.

Pelatih Dortmund Terkesan Dengan Performa Harry Kane

Sep
15

Pelatih Borussia Dortmund, Peter Bosz, melayangkan sanjungan khusus kepada penyerang andalan TOttenham Hotspur, Harry Kane, terkait dengan keberhasilan pemain Inggris itu dalam menginspirasi kemenangan klubnya atas BVB pada pertandingan pekan pertama fase Group Liga Champions Eropa musim ini.

Pelatih Dortmund Terkesan Dengan Performa Harry Kane

Seperti diketahui, pertandingan yang berlangsung di Wembley Stadium pada Kamis dinihari WIB kemarin tersebut memang akhirnya dimenangkan oleh Spurs dengan skor akhir 3-1. Gol pembuka dicetak winger korsel, Son Heung-Min di menit ke-4, sebelum kemudian tim tamu menyamakan skor lewat Andriy Yarmolenko.

Di menit ke-15, Harry kane menunjukkan kelasnya dengan mencetak gold an membawa Spurs kembali unggul 2-1. Tepat di menit ke-60, pemain Tim Nasional Inggris tersebut kembali mencetak gol, untuk membawa timnya memastikan tiga angka atas klub Jerman, skor 3-1.

Tentu saja, berkat sepasang golnya, Kane praktis menjadi bintang utama kemenangan Spurs atas Dortmund. Meskipun harus menelan pil pahit kekalahan di Wembley, tapi pelatih Dortmund, Peter Bosz tetap bersikap professional bahkan melayangkan sanjungan khusus kepada Kane yang bermain impressif dalam pertandingan tersebut.

“Tentu saja Harry Kane adalah pemain yang bagus, Dia itu kuat, sangat kuat. Kalian bisa melihat itu dengan cara dia mencetak gol kedua, di mana dua pemain saya tidak mampu menandinginya. Kami sudah tahu kualitasnya itu sebelumnya. Dia adalah pemain bagus.” ujarnya.

Menyusul kekalahan semalam, Dortmund untuk sementara tertahan di urutan ketiga di Grup H selagi Spurs menempati posisi kedua. Puncak klasemen sendiri untuk saat ini dihuni Real Madrid, yang di tempat lain mencukur APOEL dengan skor 3-0.